Thursday, August 19, 2021

Naskah Podcast Kelompok 6

 

Judul                                      : Talking about friendship

Tema                                      : Persahabatan

Jumlah pemeran                  : 5 (2 MC Azarine, Rania. 3 narasumber Safa, Shakila, Najya).

 

 

MC (Arin)              : “Assamualaikum halo guys, gimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap sehat di era pandemic ini. Salam kenal Aku Azarine, ( ……………..).  Dalam segment Talking about friendship. Di podcast kali ini kita akan ngobrol santai tentang persahabatan.”

MC (Rania) : "Dan saya Rania."
"Talking About Friendship." 


MC (Rania)   : “Kali ini kita ditemani oleh 3 narasumber.”

                       “Boleh memperkenalkan diri terlebih dahulu?.”

Safa              : “Hai! Aku Safa.”

Shakila         : “Aku Shakila.”

Najya           : “Dan aku Najya.”

MC (Arin)    : “Gimana nih kabarnya?”

Narsum       : “Alhamdulliah baik.”

MC (Arin)    : “Oke. Berbicara tentang persahabatan, aku mau tahu tentang sesuatu nih. Menurut pendapat kalian persahabatan itu apa sih?”

Safa             : “Persahabatan menurut aku itu sebuah pertemanan yang bisa membuat kita nyaman satu sama lain.”

Shakila         : “Menurut aku juga, persahabatan itu yang selalu mendukung satu sama lain.”

MC (Rania)  : “Menurut Najya gimana?.”

Najya           : “Kalo menurut aku sih, persahabatan itu saling memahami satu sama   lain dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun.”

MC (Arin)     : “Berarti masing-masing dari kalian punya jawaban sendiri ya tentang apa sih itu persahabatan.”

MC (Rania)  : “Kalo gitu gimana sih cara kalian mempererat persahabatan?.”

Najya            : “Kalo mempererat persahabatan biasanya sih kita saling bertukar cerita, atau kadang juga suka hang out bareng gitu.”

MC (Rania)  :“Kalo Safa sama Shakila kayak gimana?.”

Safa               : “Kalo aku kurang lebih sama kayak Najya sih sering keluar bareng teman gitu.”

Shakila          : “Kalo aku sih.. lebih keperasaan mengerti satu sama lain. Terus juga  kalo lagi butuh bantuan selalu ada dan siap untuk membantu gitu lho.”

MC (Arin)       : “Nah kalo ini kan dari sisi eratnya. Biasanya persahabatan itu kan  nggak mungkin terus-menerus berjalan dengan baik, pasti ada aja perselisihan Di situ. Ngomong-ngomong soal perselisihan, gimana sih cara kalian menyelesaikan masalah dengan sahabat kalian?.”

Safa              : “Perselisihan yang terjadi itu biasanya karena salah satu dari kita gak mau terbuka dan bahkan egois. Jadi, menurut aku cara menyelesaikan masalah dengan baik kita mau terbuka dan saling mengerti satu sama lain.”

Najya           : “Iyaa bener-bener. Kadang juga perselisihan itu terjadi karena kita nggak bisa menjaga perasaan sahabat kita gitu lho. Maka dari itu jika sedang ada perselisihan kita harus membicarakannya baik-baik dan saling menerima pendapat.”

Shakila         : “Setuju-setuju.”

MC (Arin)     : “MasyaAllah jawabannya keren sekali ya!”

MC (Rania)  : “Iya jawaban yang sangat menarik ya untuk sebuah konflik dalam persahabatan.”

MC (Rania)  : “Dalam islam juga pasti ada pelajaran tentang persahabtan atau yang biasa disebut ukhuwah, apalagi di zaman Nabi MasyaAllah keren-keren sekali kisah persahabatannya. Kita mau tanya nih, kalian punya nggak Sih kisah favorit tentang persahabatan dalam islam yang membuat kalian terinspirasi atau kagum sama kisahnya?

MC (Arin)     : “Iya kira-kira ada enggak?”

Safa              : Aku punya nih kisah persahabatan yang membuat Rasulullah menangis, kisah Abu Dujanah.”

                       “ Jadi Rasulullah itu negur Abu Dujanah, karena setiap selesai sholat subuh berjamaah Abu Dujanah nggak pernah gitu nunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah sampai selesai.”

                       “Terus Abu Dujanah ini ditanya sama Rasulullah, ‘Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah SWT sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?’”

                       “Si Abu Dujanah jawab ‘Ya Rasulullah, kami punya satu alasan,’”

                       " ‘Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!’ perintah Nabi.”

                       “Terus Abu Dujanah cerita ‘Begini. Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.’”

                       “ ‘Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai salat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.’”

                       “Suatu hari pernah Abu Dujanah ini pulang nya terlambat. Nah anak nya bangun, terus dia lihat kurma tetangga nya yang jatuh dari pohonnya terus dimakan sama anaknya. 

MC (Arin)      : “Wah terus gimana tuh?

Safa               : “Nah terus, beliau dan istrinya mengeluarkan kurma tersebut dari mulut anaknya.”

                       “Abu Dujanah nggak pernah membiarkan anaknya memakan kurma milik orang lain. Karena dia nggak mau makanan haram itu menyebabkan keluarganya mendapatkan siksaan pedih di akhirat kelak.”

                      “Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan. Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”

                       “Dari situ pandangan mata Rasulullah langsung berkaca-kaca mendengar pengakuan Abu Dujanah. Terus Rasulullah cari tau siapa pemilik pohon kurma yang dimaksud sama Abu Dujanah. Terus Abu Dujanah ini jelasin kalau pohon kurma itu milik seorang laki-laki munafik.”

                       “Terus Rasulullah bilang ‘Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.’”

                      “Terus pria munafik itu Jawab dengan tegas bilang ‘Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.’”

                       “ Tiba-tiba, Abu Bakar datang. Beliau  langsung kayak negasin gitu, untuk melunasi pembayaran pohon kurma tersebut.”

                       “Terus Abu Bakar bilang ‘Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (yang lebih bagus jenisnya).’”

                       “ Pria munafik itu terlihat sangat kegirangan. Dia akhirnya menyerahkan pohon kurma kepada Abu Bakar. kemudian, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma tersebut kepada Abu Dujanah.”

                      “Rasulullah kemudian bersabda, ‘Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.’”

                      “Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Dia berjalan mendatangi istrinya, lalu menyampaikan kisah yang baru aja terjadi.”

                      “Orang munafik itu bilang ‘Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.’”

                      “Malemnya, si munafik tidur pulas banget gitu kan. Keesokan harinya dia bangun dan melihat pohon kurma sudah berpindah posisi, kini berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Seolah-olah kayak nggak pernah sekalipun keliatan  pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Terus si munafik bingung gitu, kok bisa sih?”

MC (Arin)       : “Kebingungan ya dianya haha. Oke. Kira-kira ada nggak nih yang bisa ngambil hikmah dari kisahnya Safa?”

Najya             : “Hikmah yang aku tangkap dari kisahnya Abu Dujanah sih, kita sebagai umat muslim harus saling tolong menolong apalagi sesama saudara umat muslim. Dari kisah Abu Dujanah ini, kita bisa belajar bahwa kita, sebagai sahabat yang baik sudah seharusnya menolong sahabat kita yang sedang kesusahan.”

MC (Rania)    : “Wah dari kisahnya Abu Dujanah ini kita bisa mengambil banyak sekali hikmah ya. Shakila, kira-kira ada nggak nih kisah yang ingin diceritakan?”

Shakila           : “Kalo aku punya kisah dari Abu Darda sahabat Nabi yang ahli hikmah. Jadi, Abu Darda ini punya nama asli Uwaimir bin Malik. Sebelum memeluk agama Islam, Abu Darda ini adalah seorang yang terkenal menyembah berhala. Dia bahkan memberikan berhala-berhala itu pakaian yang bagus terus dikasih kayak parfum-parfum mahal gitu.

                        “Suatu hari, saudaranya Abdullah bin Rawahah datang untuk merusak dan membuang berhala itu. Melihat berhalanya hilang, Abu Darda pasti marah dong. Terus, Abu Darda ini ingin membalas tindakannya si Abdullah.”

                        “Singkat cerita, Abu Darda ini tersadar dan langsung mendapat hidayah dari Allah SWT. Karena dia menyadari berhala itu gak mampu untuk membelanya dan menolongnya dari Abdullah. Dia pun langsung beriman gitu kepada Allah dan menjadi pengikut Rasulullah.”

                        “Dalam menegakkan kebenaran, Abu Darda sama sekali gak pernah membenci seseorang. Baginya, setiap orang itu bersaudara.”

                        “Pernah suatu ketika Abu Darda bertemu dengan seorang laki-laki yang berdosa. “Aku hanya benci perbuatannya. Jika dia meninggalkan perbuatan itu, dia adalah saudaraku,” kata Abu Darda.

MC (Rania)     : “Dari kisahnya Shakila tadi, kita bisa mengambil hikmah bahwa kita sesekali harus meninggalkan sesuatu yang nggak baik untuk hal yang lebih baik.”

MC (Arin)         : “Baik. ceritanya bagus-bagus dan sangat menginspirasi ya.. interview kali ini berkesan banget! Apalagi topiknya tentang persahabatan, pastinya menarik banget buat dibahas. Engga kerasa kita udah Di akhir segment. Kira-kira ada gak yang mau disampein dari para narasumber?.”

Safa               : “kalo aku sih nggak ada. Mungkin Shakila atau Najya mau ada yang disampaikan?”

Shakila           : “Makasih udah di undang untuk hadir di podcast kali ini. Seru banget tadi, kita jadi bisa ngobrol-ngobrol santai dan bertukar pendapat juga.”

MC (Rania)    : “Kalo dari Najya sendiri ada yang mau disampaikan?”

Najya              : “Ada nih, Aku punya kalimat yang bagus tentang persahabatan. ‘Sahabat itu bagaikan sayap kupu-kupu yang sangat indah tapi mudah sekali untuk terluka, maka jangan sekali-kali kamu menyakiti sahabat kamu sendiri karena dia akan lebih merasa tersakiti sebab kita adalah orang yang dia percaya.’”

MC (Rania)    : “Asekk bagus banget nih kata-katanya! Baik, Terima Kasih udah ikut serta dalam podcast kali ini. See you, on the next podcast!"

MC (Arin)         : "On the next podcast!"

 

 

 

 

 


No comments:

Post a Comment

Teks Ulasan

Identitas buku Judul : Ayahku Bukan Pembohong Penulis : Tere Liye Tahun Terbit : 2011 Penebit : PT Gramedia Pustaka Utama Jumlah : 304...