Judul : Talking
about friendship
Tema : Persahabatan
Jumlah pemeran : 5 (2 MC Azarine, Rania. 3 narasumber Safa,
Shakila, Najya).
MC (Arin) : “Assamualaikum halo guys, gimana kabar
kalian hari ini? Semoga tetap sehat di era pandemic ini. Salam kenal Aku
Azarine, ( ……………..). Dalam segment
Talking about friendship. Di
podcast kali ini kita akan ngobrol santai tentang persahabatan.”
MC (Rania) : "Dan saya Rania."
"Talking About Friendship."
MC
(Rania) : “Kali ini kita ditemani oleh
3 narasumber.”
“Boleh memperkenalkan
diri terlebih dahulu?.”
Safa : “Hai! Aku Safa.”
Shakila : “Aku Shakila.”
Najya : “Dan aku Najya.”
MC
(Arin) : “Gimana nih kabarnya?”
Narsum : “Alhamdulliah baik.”
MC (Arin) : “Oke.
Berbicara tentang persahabatan, aku mau tahu tentang sesuatu nih. Menurut
pendapat kalian persahabatan itu apa sih?”
Safa : “Persahabatan menurut aku itu
sebuah pertemanan yang bisa membuat kita nyaman satu sama lain.”
Shakila : “Menurut aku juga, persahabatan itu
yang selalu mendukung satu sama lain.”
MC
(Rania) : “Menurut Najya gimana?.”
Najya : “Kalo menurut aku sih, persahabatan itu
saling memahami satu sama lain dan
tanpa mengharapkan imbalan apa pun.”
MC (Arin) : “Berarti masing-masing dari kalian punya
jawaban sendiri ya tentang apa sih itu persahabatan.”
MC
(Rania) : “Kalo gitu gimana sih cara kalian mempereratpersahabatan?.”
Najya : “Kalo mempererat persahabatan biasanya sih kita saling
bertukar cerita, atau kadang juga suka hang out bareng gitu.”
MC (Rania) :“Kalo Safa sama Shakila kayak gimana?.”
Safa : “Kalo aku kurang lebih sama kayak Najya sih sering
keluar bareng teman gitu.”
Shakila : “Kalo aku sih.. lebih keperasaan mengerti satu sama
lain. Terus juga kalo lagi butuh bantuan
selalu ada dan siap untuk membantu gitu lho.”
MC (Arin) : “Nah kalo ini kan dari sisi eratnya. Biasanya persahabatan
itu kan nggak mungkin terus-menerus
berjalan dengan baik, pasti ada aja perselisihan Di situ. Ngomong-ngomong soal
perselisihan, gimana sih cara kalian menyelesaikan masalah dengan sahabat
kalian?.”
Safa : “Perselisihan yang terjadi itu biasanya karena salah satu
dari kita gak mau terbuka dan bahkan egois. Jadi, menurut aku cara
menyelesaikan masalah dengan baik kita mau terbuka dan saling mengerti satu
sama lain.”
Najya : “Iyaa bener-bener. Kadang juga perselisihan itu terjadi
karena kita nggak bisa menjaga perasaan sahabat kita gitu lho. Maka dari itu
jika sedang ada perselisihan kita harus membicarakannya baik-baik dan saling
menerima pendapat.”
Shakila : “Setuju-setuju.”
MC
(Arin) : “MasyaAllah jawabannya keren
sekali ya!”
MC (Rania) : “Iya jawaban yang sangat menarik ya untuk
sebuah konflik dalam persahabatan.”
MC (Rania) : “Dalam islam juga pasti ada pelajaran
tentang persahabtan atau yang biasa disebut ukhuwah, apalagi di zaman Nabi
MasyaAllah keren-keren sekali kisah persahabatannya. Kita mau tanya nih, kalian punya nggakih
kisah favorit tentang persahabatan dalam islam yang membuat kalian terinspirasi
atau kagum sama kisahnya?”
MC
(Arin) : “Iya kira-kira ada enggak?”
Safa : “Aku punya nih kisah persahabatan yang membuat
Rasulullah menangis, kisah Abu Dujanah.”
“ Jadi Rasulullah itu negur Abu Dujanah, karena setiap selesai
sholat subuh berjamaah Abu Dujanah nggak pernah gitu nunggu pembacaan doa yang
dipanjatkan Rasulullah sampai selesai.”
“Terus Abu Dujanah ini
ditanya sama Rasulullah, ‘Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang
perlu kamu sampaikan pada Allah SWT sehingga kamu tidak pernah menungguku
selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?’”
“Si Abu Dujanah jawab
‘Ya Rasulullah, kami punya satu alasan,’”
" ‘Apa alasanmu? Coba kamu
utarakan!’ perintah Nabi.”
“Terus Abu Dujanah
cerita ‘Begini. Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki.
Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon
kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin
bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan,
mendarat di rumah kami.’”
“ ‘Ya Rasul, kami
keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat
anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu,
setelah selesai salat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami
tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga
kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.’”
“Suatu hari pernah Abu
Dujanah ini pulang nya terlambat. Nah anak nya bangun, terus dia lihat kurma
tetangga nya yang jatuh dari pohonnya terus dimakan sama anaknya.
MC (Arin) : “Wah terus
gimana tuh?
Safa : “Nah terus, beliau dan
istrinya mengeluarkan kurma tersebut dari mulut anaknya.”
“Abu Dujanah nggak
pernah membiarkan anaknya memakan kurma milik orang lain. Karena dia nggak mau
makanan haram itu menyebabkan keluarganya mendapatkan siksaan pedih di akhirat
kelak.”
“Kami katakan, ‘Nak,
janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua
pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan. Wahai Baginda
Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku
tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang
haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang
lain kepada pemiliknya yang berhak’.”
“Dari situ pandangan
mata Rasulullah langsung berkaca-kaca mendengar pengakuan Abu Dujanah. Terus
Rasulullah cari tau siapa pemilik pohon kurma yang dimaksud sama Abu Dujanah.
Terus Abu Dujanah ini jelasin kalau pohon kurma itu milik seorang laki-laki
munafik.”
“Terus Rasulullah bilang
‘Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu?
Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri.
Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah,
tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita
sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.’”
“Terus pria
munafik itu Jawab dengan tegas bilang ‘Saya tak pernah berdagang dengan memakai
sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan
dan tidak pakai janji kapan-kapan.’”
“ Tiba-tiba, Abu Bakar
datang. Beliau langsung kayak negasin
gitu, untuk melunasi pembayaran pohon kurma tersebut.”
“Terus Abu Bakar bilang
‘Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak
Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (yang lebih bagus jenisnya).’”
“ Pria munafik itu
terlihat sangat kegirangan. Dia akhirnya menyerahkan pohon kurma kepada Abu
Bakar. kemudian, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma tersebut kepada Abu
Dujanah.”
“Rasulullah
kemudian bersabda, ‘Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.’”
“Mendengar sabda Nabi
ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si
munafik berlalu. Dia berjalan mendatangi istrinya, lalu menyampaikan kisah yang
baru aja terjadi.”
“Orang munafik itu bilang
‘Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang
lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan
rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak
akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.’”
“Malemnya, si munafik
tidur pulas banget gitu kan. Keesokan harinya dia bangun dan melihat pohon
kurma sudah berpindah posisi, kini berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah.
Seolah-olah kayak nggak pernah sekalipun keliatan pohon tersebut tumbuh di atas tanah si
munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Terus si munafik
bingung gitu, kok bisa sih?”
MC (Arin) : “Kebingungan ya dianya haha. Oke.
Kira-kira ada nggak nih yang bisa ngambil hikmah dari kisahnya Safa?”
Najya : “Hikmah yang aku tangkap dari
kisahnya Abu Dujanah sih, kita sebagai umat muslim harus saling tolong menolong
apalagi sesama saudara umat muslim. Dari kisah Abu Dujanah ini, kita bisa
belajar bahwa kita, sebagai sahabat yang baik sudah seharusnya menolong sahabat
kita yang sedang kesusahan.”
MC (Rania) : “Wah dari kisahnya Abu Dujanah ini kita
bisa mengambil banyak sekali hikmah ya. Shakila, kira-kira ada nggak nih kisah
yang ingin diceritakan?”
Shakila : “Kalo aku punya kisah dari Abu
Darda sahabat Nabi yang ahli hikmah. Jadi, Abu
Darda ini punya nama asli Uwaimir bin Malik. Sebelum memeluk agama Islam, Abu
Darda ini adalah seorang yang terkenal menyembah berhala. Dia bahkan memberikan
berhala-berhala itu pakaian yang bagus terus dikasih kayak parfum-parfum mahal
gitu.
“Suatuhari,
saudaranya Abdullah bin Rawahah datang untuk merusak dan membuang berhala itu.
Melihat berhalanya hilang, Abu Darda pasti marah dong. Terus, Abu Darda ini
ingin membalas tindakannya si Abdullah.”
“Singkat cerita, Abu
Darda ini tersadar dan langsung mendapat hidayah dari Allah SWT. Karena dia
menyadari berhala itu gak mampu untuk membelanya dan menolongnya dari Abdullah.
Dia pun langsung beriman gitu kepada Allah dan menjadi pengikut Rasulullah.”
“Dalam menegakkan
kebenaran, Abu Darda sama sekali gak pernah membenci seseorang. Baginya, setiap
orang itu bersaudara.”
“Pernah suatu ketika
Abu Darda bertemu dengan seorang laki-laki yang berdosa. “Aku hanya benci
perbuatannya. Jika dia meninggalkan perbuatan itu, dia adalah saudaraku,” kata
Abu Darda.
MC
(Rania) : “Dari kisahnya Shakila tadi,
kita bisa mengambil hikmah bahwa kita sesekali harus meninggalkan sesuatu yang
nggak baik untuk hal yang lebih baik.”
MC (Arin) : “Baik. ceritanya bagus-bagus dan
sangat menginspirasi ya.. interview kali ini berkesan banget! Apalagi topiknya
tentang persahabatan, pastinya menarik banget buat dibahas. Engga kerasa kita
udah Di
akhirsegment. Kira-kira ada gak yang mau disampein dari para
narasumber?.”
Safa : “kalo aku sih nggak ada.
Mungkin Shakila atau Najya mau ada yang disampaikan?”
Shakila : “Makasih udah di undang untuk
hadir di podcast kali ini. Seru banget tadi, kita jadi bisa ngobrol-ngobrol
santai dan bertukar pendapat juga.”
MC (Rania) : “Kalo dari Najya sendiri ada yang mau
disampaikan?”
Najya : “Ada nih, Aku punya kalimat yang bagus
tentang persahabatan. ‘Sahabat itu bagaikan sayap kupu-kupu yang sangat indah
tapi mudah sekali untuk terluka, maka jangan sekali-kali kamu menyakiti sahabat
kamu sendiri karena dia akan lebih merasa tersakiti sebab kita adalah orang
yang dia percaya.’”
MC (Rania) : “Asekk bagus banget nih kata-katanya!
Baik, Terima Kasih udah ikut serta dalam podcast kali ini. See you, on the next podcast!"
MC
(Arin) : "On the next podcast!"